
Zona Malam - BANDA ACEH- Ratusan pemuda menertibkan pemondokan yang ada di lokasi wisata pantai Lhok Nga, Aceh Besar. Pasalnya, lokasi tersebut disinyalir sering dijadikan tempat berbuat maksiat pemuda dan pemudi.
Warga mengaku resah dengan para pengunjung yang mengabaikan imbauan agar menghormati Syariat Islam dan budaya setempat.
Dalam aksi dibantu polisi syariah (Wilayatul Hisbah) dan unsur Muspika setempat, para pemuda Ikatan Pemuda Ibu kota Lhok Nga (IPIL) itu membongkar sejumlah pondok-pondok yang ada di pantai. Bahkan beberapa diantaranya ikut dibakar, Minggu (13/5/2012) sore.
Pondok-pondok itu dinilai sering digunakan para muda mudi bermesraan yang bertentangan dengan nilai syariat Islam. Mereka juga mengusir pengunjung yang datang berpasangan dengan non muhrimnya agar meninggalkan lokasi wisata.
Fadli Amri, Ketua IPIL mengatakan, penertiban ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan lokasi wisata pantai Lhok Nga yang Islami. "Upaya untuk mewujudkan wisata yang Islami," katanya.
Sebelum aksi dilakukan, lanjut dia, pihaknya sudah berembuk dan mengingatkan para pedagang agar bisa mengawasi pengunjung untuk mengindahkan imbauan mereka. "Kami sudah beritahu kepada seluruh pedagang, tapi masih ada yang tidak mengindahkannya," sebut Fadli.
Pedagang diizinkan lagi mengais rezeki di area itu, asal menghentikan aktivitasnya hingga pukul 18.00 WIB. Sehingga saat masuk waktu shalat magrib tak ada lagi pengunjung yang berada di lokasi wisata.
Pantai Lhok Nga yang berada di pesisir Samudera Hindia merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi warga khususnya pada akhir pekan atau hari libur lainnya. Pantai berpasir putih ini terletak di jalan Banda Aceh-Calang, atau sekira 40 menit perjalanan darat dari ibukota Provinsi Aceh.
(ugo)
sumber : Baca juga - klik di sini Pics Hot Warga mengaku resah dengan para pengunjung yang mengabaikan imbauan agar menghormati Syariat Islam dan budaya setempat.
Dalam aksi dibantu polisi syariah (Wilayatul Hisbah) dan unsur Muspika setempat, para pemuda Ikatan Pemuda Ibu kota Lhok Nga (IPIL) itu membongkar sejumlah pondok-pondok yang ada di pantai. Bahkan beberapa diantaranya ikut dibakar, Minggu (13/5/2012) sore.
Pondok-pondok itu dinilai sering digunakan para muda mudi bermesraan yang bertentangan dengan nilai syariat Islam. Mereka juga mengusir pengunjung yang datang berpasangan dengan non muhrimnya agar meninggalkan lokasi wisata.
Fadli Amri, Ketua IPIL mengatakan, penertiban ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan lokasi wisata pantai Lhok Nga yang Islami. "Upaya untuk mewujudkan wisata yang Islami," katanya.
Sebelum aksi dilakukan, lanjut dia, pihaknya sudah berembuk dan mengingatkan para pedagang agar bisa mengawasi pengunjung untuk mengindahkan imbauan mereka. "Kami sudah beritahu kepada seluruh pedagang, tapi masih ada yang tidak mengindahkannya," sebut Fadli.
Pedagang diizinkan lagi mengais rezeki di area itu, asal menghentikan aktivitasnya hingga pukul 18.00 WIB. Sehingga saat masuk waktu shalat magrib tak ada lagi pengunjung yang berada di lokasi wisata.
Pantai Lhok Nga yang berada di pesisir Samudera Hindia merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi warga khususnya pada akhir pekan atau hari libur lainnya. Pantai berpasir putih ini terletak di jalan Banda Aceh-Calang, atau sekira 40 menit perjalanan darat dari ibukota Provinsi Aceh.
(ugo)

Visit Skinny Sexy Girls for daily updated images of art collection