Powered by Blogger.

Alumni ITB Mengenang Kornel Sihombing


    Zona Malam - Sekira 60-an Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan aktivitas berlari di ajang Jakarta International 10 K di seputar Monas, Senayan, untuk mengenang Kornel Sihombing, seorang korban Pesawat Sukhoi SJ 100 di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012.

    Berdasarkan keterangan tertulis Ikatan Alumni ITB, Minggu (20/5/2012), kegiatan ini mereka lakukan dalam rangka menghormati Kornel Sihombing atau akrab disapa Onyek itu. Kornel merupakan Alumni ITB yang memiliki komitmen besar untuk kedirgantaraan Indonesia. Kornel Sihombing juga dikenal sebagai Kepala Divisi Integrasi Bisnis pada Direktorat Aerostructure PT Dirgantara Indonesia.

    Onyek banyak berperan dalam perkembangan PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Ketika IPTN, yang kemudian berubah menjadi PT Dirgantara Indonesia, mengalami krisis, Onyek bertahan di PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Padahal tidak sedikit koleganya yang memutuskan keluar dari PTDI dan bekerja di perusahaan lain, termasuk industri dirgantara milik negara lain.

    Tawaran posisi dari produsen pesawat terbang kelas dunia ditampiknya dengan tegas karena Onyek memilih setia mengusung Merah-Putih dan Garuda Pancasila dalam segenap karya-baktinya.

    Tidak banyak orang yang tahu bahwa Onyek yang mengemban posisi bergengsi sebagai Kepala Divisi Integrasi Bisnis pada Direktorat Aerostructure PTDI itu adalah seorang yang ulet mempertahankan hidup PTDI melalui negosiasi-negosiasi bisnis dengan berbagai industri dirgantara kelas dunia agar PTDI dapat survive. Tidaklah mengherankan jika beberapa kalangan menjulukinya sebagai negosiator ulung. Dan, tampaknya, tidak berlebihan pula jika ada orang yang mengatakan bahwa Onyek adalah penyelamat PTDI dan industri dirgantara Indonesia pada umumnya.

    Misalnya, berkat peranan Onyek, PTDI berhasil menjalin kontrak, antara lain dengan Airbus untuk memproduksi inboard outboard fixed leading edge dengan Eurocopter untuk memproduksi fuslage dan tail boom; dan juga kontrak dengan EADS Casa (Spanyol), Bombardier (Jepang), Korean Air Line (Korea Selatan), CTRM (Malaysia), dan SMEA (Malaysia).

    Visi kepemimpinannya sudah bisa dilihat ketika bergabung secara permanen di IPTN pada tahun 1992, karena ia sendiri mengatakan, “Setelah selesai kuliah saya ingin bekerja di PTDI karena selain ilmu saya terpakai, visi pun terakomodasi walaupun saya tahu gaji di sana kecil,” ujar Onyek.

    Kesederhanaan serta spirit Onyek ketika bergabung di industri penerbangan itu membuatnya berhasil menduduki posisi kepala biro, setelah satu tahun setelah ia bekerja di sana.

    Karirnya tak berhenti sampai di posisi kepala biro. Setelah mendapat pelatihan di Amerika Serikat, alumnus teknik mesin Institut Tekonologi Bandung angkatan 1983 ini dipercaya sebagai kepala bidang di tahun ketiga ia meniti karir. Kepandaian dan sosoknya sebagai pekerja keras membuat ia diberikan beasiswa dari IPTN pada tahun 1997.

    Melalui beasiswa itu, Kornel menempuh studi di Technische Universiteit Delft, salah satu perguruan tinggi terbaik di Belanda untuk jurusan teknik. Setelah mendapatkan gelar M.Sc dalam bidang material science, ayah dua anak ini kembali ke Tanah Air untuk kembali mengabdi di PTDI, khususnya lingkungan aerostructure.(ugo)
     sumber : okezone
    Baca juga - klik di sini Pics Hot

    Jangan Lupa di Like Ya Gan
    Source URL: https://skinnysexygirls.blogspot.com/2012/05/alumni-itb-mengenang-kornel-sihombing.html
    Visit Skinny Sexy Girls for daily updated images of art collection

Popular Posts

My Blog List

Blog Archive