
Zona Malam - Kaum muda menjadi sasaran empuk para pengedar obat-obatan terlarang atau narkoba. Rasa ingin tahu yang sangat tinggi kerap kali menjadi alasan utama mereka terjerumus ke dalam dunia narkotika.
Menurut data yang dimiliki oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, hampir satu juta pelajar dan mahasiswa kecanduan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Untuk itu, BNN secara intensif melakukan penyuluhan kepada para pelajar dalam rangka pencegahan menambahnya jumlah korban narkoba dengan mendatangi lembaga-lembaga pendidikan, salah satunya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kepala BNNP Jawa Timur, Komisaris Besar Jan De Fretes menyebutkan, para kader mahasiswa dibina dengan sebuah tujuan khusus, yaitu untuk mempengaruhi lingkungan terdekatnya agar tidak coba-coba menggunakan narkotika. ''Mereka dilatih daya tangkapnya untuk menangkal narkotika masuk kampus,'' ujar Fretes, seperti dilansir dari ITS Online, Kamis (24/5/2012).
Dia menegaskan, sikap hati-hati terhadap narkoba memang layak dikembangkan sejak dini. Sebab, akhir-akhir ini, banyak modus penyebaran narkotika yang bisa dikatakan sangat kreatif. "Salah satu modus terbaru, yaitu penyelipan heroin yang diikatkan di rambut oleh para sindikat wanita," katanya menjelaskan.
Fretes mengaku, penyuplai terbesar narkoba di Indonesia justru datang dari beberapa negara terdekat. Penyelundupan barang berbahaya ini tidak jarang pula dilakukan melalui jalur udara. "Apalagi, tidak semua maskapai penerbangan begitu teliti dalam melakukan pemeriksaan narkoba," imbuh Fretes.
Luasnya jaringan narkoba di masyarakat muda, lanjutnya, menjadi bukti jika semua orang memang harus berperan aktif memeranginya, termasuk mahasiswa. Pada 2015, diharapkan jumlah pengguna narkoba bisa ditekan jumlahnya. ''Kita tidak mau setiap generasi brilian bangsa lahir tapi hilang begitu saja oleh narkotika,'' tuturnya.(mrg)(rhs)
sumber : Baca juga - klik di sini Pics Hot Menurut data yang dimiliki oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, hampir satu juta pelajar dan mahasiswa kecanduan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Untuk itu, BNN secara intensif melakukan penyuluhan kepada para pelajar dalam rangka pencegahan menambahnya jumlah korban narkoba dengan mendatangi lembaga-lembaga pendidikan, salah satunya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Kepala BNNP Jawa Timur, Komisaris Besar Jan De Fretes menyebutkan, para kader mahasiswa dibina dengan sebuah tujuan khusus, yaitu untuk mempengaruhi lingkungan terdekatnya agar tidak coba-coba menggunakan narkotika. ''Mereka dilatih daya tangkapnya untuk menangkal narkotika masuk kampus,'' ujar Fretes, seperti dilansir dari ITS Online, Kamis (24/5/2012).
Dia menegaskan, sikap hati-hati terhadap narkoba memang layak dikembangkan sejak dini. Sebab, akhir-akhir ini, banyak modus penyebaran narkotika yang bisa dikatakan sangat kreatif. "Salah satu modus terbaru, yaitu penyelipan heroin yang diikatkan di rambut oleh para sindikat wanita," katanya menjelaskan.
Fretes mengaku, penyuplai terbesar narkoba di Indonesia justru datang dari beberapa negara terdekat. Penyelundupan barang berbahaya ini tidak jarang pula dilakukan melalui jalur udara. "Apalagi, tidak semua maskapai penerbangan begitu teliti dalam melakukan pemeriksaan narkoba," imbuh Fretes.
Luasnya jaringan narkoba di masyarakat muda, lanjutnya, menjadi bukti jika semua orang memang harus berperan aktif memeranginya, termasuk mahasiswa. Pada 2015, diharapkan jumlah pengguna narkoba bisa ditekan jumlahnya. ''Kita tidak mau setiap generasi brilian bangsa lahir tapi hilang begitu saja oleh narkotika,'' tuturnya.(mrg)(rhs)

Visit Skinny Sexy Girls for daily updated images of art collection